Best Web Hosting
Jangan lupa berikan komentarmu, di sini yah!

Makasih udah mau berkunjung

Mari berbagi cerita dan pengalaman kamu via e-mail ke
l3tn0313.awanangin@blogger.com. Klik Peraturan Cerpen Awan Angin

Mau bergabung dengan kami? Klik "JOIN" di bawah ini!

4 Apr 2012

THE FOUR MINUTE GANK "Caramel love" 4

THE FOUR MINUTE GANK "Caramel love" 4
(Baca cerita sebelumnya di THE FOUR MINUTE GANK "Caramel love" 3 )

Tifany mengerjap kaget ketika menemukan cowok itu sudah duduk manis di dalam kelas,padahal itu masih terlalu pagi bagi anak cowok untuk datang ke sekolah. Dandi saja seorang ketua osis yang  kinerja sempurna tidak pernah datang sepagi ini apalagi bergulat dengan buku pelajaran seperti itu.
Selama ini Tifany merasa dirinya
yang selalu datang lebih awal dibandingkan yang lain. Tapi sekarang ia didahului oleh cowok siswa baru itu. Fany berhenti sejenak di ambang pntu kelas kemudian dengan mengabaikan desiran yang  tak jelas lewat dalam hatinya cewek itu masuk dengan tenang menuju bangku lalu menanggalkan tasnya dan mulai bergulat dengan buku PR bahasa indonesianya.
Kelas itu hening sampai suara Ken yang membuat Tifany merasa salah dengar saat cowok itu memanggil namanya.
“ Tifany!” panggil Ken pelan.
Tifany mengangkat wajahnya menatap cowok itu yang kini berbalik menghadapnya.
“ nama loe itu kan?” tanya Ken,
Tifany mengangkat sebelah alisnya namun tetap dengan wjah tenang khasnya,cowok di depannya ini baru saja menyebutkan namanya tapi masih saja bertanya apakah itu betul namanya padahal sudah jelas-jelas ia mengangkat wajah menandakan kalau dirinya merasa dipanggil. Kalau saja dia tidak harus berada dalam situasi begini mungkin ia akan tersenyum.
“ ia, kenapa?” sahutnya
“ gue bisa minjem buku catatan loe nggak,? buat pelengkapan catatan gue” sahut Ken sama tenangnya padahal baru semenit yang lalu dia memerah malu karena melontarkan pertanyaan yang sudah ia tahu jwabannya, untungnya Tifany tidak tertawa atau tersenyum bisa-bisa image jatuh di depan cewek ini, cewek yang pertama kali menjadikannya alasan untuk menyukai sekolah ini. Cewek yang membuat rasa penasarannya terpacu.
Tifany mengambil beberapa buku dari dalam tasnya lalu disodorkan pada cowok itu
“ jangan sampe lusuh!”  katanya memperingatkan dengan sedikit nada tegas agar cowok itu tidak membiarkan bukunya sembarangan.
“ tenang aja,gue akan jaga buku ini kok!” sahut Ken tersenyum,senyum yang bisa membuat seluruh mahluk hawa jatuh hati padanya tapi sepertinya tidak untuk cewek satu ini.
Tifany kembali pada bukunya, baru saja dia ingin berkosenterasi menghapal rumus al jabar ketika teringat kemarin pak Ewan, wali kelasnya menyuruh untuk membantu Ken menyesuaikan diri terutama dalam hal pelajaran. Sebenarnya ia ingin menolak tapi tidak tega apalagi selama ini Tifany memang selalu dijadikan tutor dadakan untuk siswa yang nilainya parah di bawah parah atau untuk orang yang susah beradaptasi seperti Ken. Tapi kenapa harus dia juga sih? Tifany mulai menyesali keputusannya namun tak sampai sedetik penyesalan itu entah terbang ke mana, memang kenapa kalau Ken? Toh mereka tidak punya masalah apa-apa, Ken itu sama dengan teman-temannya yang lain yang pernah dibimbingnya! Gumamnya memperingatkan.
Tifany mendesah kemudian bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Ken, ia memilih berdiri di samping meja cowok itu.
Ken mendongak ke atas menatap bingung pada cewek di sampingnya, baru saja dia akan bicara gadis itu sudah mendahului
“ loe harus ikut ulangan susulan 3 mata pelajaran besok, kalau loe butuh bantuan tanya gue aja” sahut Tifany kemudian buru-buru menambahkan.
“ pak Ewan nyuruh gue untuk bantuin loe” jelasnya lalu tanpa mendengar tanggapan Ken, cewek itu langsung berbalik pergi keluar kelas. Ia bahkan tidak sempat melirik cowok itu dan dia memang tidak berniat melakukannya. Cowok itu menatapnya dengan cara seperti itu dan itu membuatanya muak!
Ken memandangi punggung Tifany yang berlalu keluar, cewek itu memang unik dan susah ditebak pikirannya, sekali waktu dia akan bersikap tenang namun tidak sampai seperempat menit akan berubah tegas lalu berubah lagi menjadi dingin dan terkesan angkuh, namun itu bukan halangan baginya untuk berniat mengenal cewek itu lebih dekat lagi dan sepertinya dia tidak perlu bersusah payah mencari caranya karena cewek itu sudah membuka jalannya dengan bantuan pak Ewan wali kelasnya itu.
Ken tersenyum lalu kembali pada kesibukannya sampai Dandi menerobos masuk dengan beberapa cewek di blakangnya.
“ Siapa mereka?” tanyanya menggerakan kepala ke arah cewek-cewek itu.
Dandi meringis ”mereka para fans dadakan loe, katanya mau kenalan makanya ngikutin gue sampai ke sini” sahutnya.
Ken melihat ke arah pintu cewek-cewek itu tersenyum dan melambai padanya. Membuatnya mendesah jengkel. Dia paling malas berurusan dengan tipe cewek seperti ini








To be Continue ........
(Apakah Ken berhasil mendapatkan perhatian Tifany? Apakah sebenarnya yang dipikirkan Tifany tentang Ken? Baca lanjutannya di THE FOUR MINUTE GANK "Caramel love" 5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk setiap komentar dan posting yang dimasukkan ke http://cerpen-awanangin.blogspot.com/, Harap untuk tidak menggunakan kata2 kasar yang menyangkut SARA dan pornografi.

host gator coupons